Lagi menunggu check in di Airport Hotel Kyraid Tanggerang Selatan setelah melakukan perjalanan panjang lintas provinsi dari malang ke jakarta dengan trans 27 sejak jam 6 sore kemarin. Memilih menginap disini karena kami akan melakukan flight panjang keesokan harinya menuju Istanbul dan akan transit di Dubai, hingga nanti lanjut ke Saudi Arabia. Ini adalah perjalanan panjang pertama setelah 10 tahun vakum tidak pernah pergi ke luar negeri.
Nggak tau kenapa terus kepikiran untuk menulis hal-hal terkait perjalanan ini secara apa adanya di blog yang rasanya udah penuh debu dimana-mana. Kangen banget nulis disini! Tapi rasanya sosial media lainnya udah menyedot banyak waktu hingga rasanya nggak sempat untuk menulis panjang disini. Tapi tapi karena sebenarnya selama perjalanan saya ingin banyak offline dulu dari instagram, jadi mungkin akan menyempatkan menulis segala hal yang dirasa disini. Mungkin nanti akan menulis di pesawat, dikereta, di metro, di saat menunggu, atau di momen apapun. Tapi intinta saya lagi mengizinkan diri untuk menulis apapun yang ingin dia tulis, meski sebenernya bagian dirinya yang lainnya (apaan sih ghe mulai gajelas wkwk), pasti akan merasa banyak yang gatel direvisi-revisi sinceee udah nggak nulis disini sejak beberapa tahun lalu.
Jujur deg-degan banget ketika finally apa yang di-plan dari jauh jauh hari ini akan menjadi nyata segera. Mungkin berhari-hari kedepan akan banyak hal baru yang akan dihadapi dan tentu bikin degdegan, cemas, khawatir, dan excited dalam satu waktu. Apalagi sebenarnya beberapa hari sebelum keberangkatan ini ada sebuah kejadian cukup berat yang qadarullah terjadi dan membuat perjalanan yang awalnya terasa sudah sangat well plan menjadi harus lebih banyak bertawakkal.
Sebelum kejadian, perjalanan ini awalnya mungkin masih banyak ambisi duniawi (pengen kesana kesini), setelah kejadian tersebut rasanya cuma pengen lebih mendekat kepada Allah. Lebih berserah, lebih pasrah, yaaah tetap mengupayakan yang terbaik dan terus berdoa tapi jadi lebih percaya bahwa apa yang terjadi nantinya adalah yang terbaik dari Allah.
Baru aja baca postingan temen di instagram (mba @delifatimawati), yang juga habis merasakan bahwa manusia tuh memang bisanya berencana, tapi nyatanya sesuatu yang terlihat pasti kalo menurut Allah bukan itu maka yaudah bukan itu. Kejadian tersebut terjadi sekitar 5 hari yang lalu, bener-bener di tengah hectic keberangkatan. Setelah hari pertama sok tegar dan sok kuat, besoknya mulai menyadari bahwa manusia ini butuh waktu untuk merasakan sedihnya. Tapi karena kejadian ini juga, hampir setiap sholat pasti berurai airmata, dikasih Allah keajaiban kecil juga udah aja mata rasanya panas mo nangis (nulis ini punn!!), rasanya kayak banyak hal kecil yang selama ini nggak bener-bener kerasa maknanya kalo kejadian besar ini nggak terjadi. Kejadian yang menyakitkan tapi ternyata punya banyak hikmah.
Kata mba Delia tadi, "Bersyukur dan beruntung sekali sebagai seorang muslim, karena semua urusannya adalah baik. Jika mendapat kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapat kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya". Dan namanya bersabar itu, di beberapa kondisi rasaya tidak semudah itu dilakukan, butuh latihan, butuh penerimaan, dan butuh proses. Tapi ketika sudah bisa berdamai rasanya beda sekali. Rasanya jadi semakin yakin bahwa manusia ini nggak akan bisa apa-apa tanpa kuasa Allah. Dan rasanya, mungkin kondisi ini yang terbaik untuk perjalanan ini. Perjalanan traveling yang semoga tidak sekedar menjadi perjalanan biasa tapi juga menjadi momen spiritual untuk saya sendiri bisa lebih mendekat dengan benar-benar dekat dari hati.
Saat masalah ini terjadi tentu saya ceritakan apa adanya pada kafa, semua kondisinya, cerita sambil nangis wqwq karena harus menjelaskan bahwa mungkin perjalanan ini nggak akan bisa seperti yang di plan di awal, akan ada banyak hal yang harus di adjust. Karena ceritanya sambil berderai air mata, kafa memeluk saya dan bilang gapapa banget untuk apapun kondisnya nanti, insyallah dia juga akan berusaha menyesuaikan bahkan dia juga bilang akan membantu sounding kepada Nada, adiknya. Terus yang paling bikin ngakak adalah dengan asbun-nya (read : asal bunyi) dia bilang "Bunda harusnya bersyukur Allah masih kasih bunda cobaan biar lebih banyak mengingat Allah, biar bunda nggak jadi firaun" 😭😭😭 mo nangis tapi pengen ketawa karena kenapa tiba-tiba ada firaun ditengah obrolan kita huaaaa... Tapi benar juga sih, dengan ujian ini semoga dijauhkan dari perasaan merasa bisa sendiri dan kesombongan-kesombongan apapun itu.
“Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang menyombongkan diri.” (QS. An Nahl: 23)
Balik lagi ke cerita tentang hari keberangkatan perjalanan panjang ini. Diantara beragam hal berat yang terjadi, rasanya terharu, karena banyak sekali yang kemarin mengantar kami berangkat, padahal sejujurnya kami nggak pengen banyak cerita kemana-mana. Meski kebanyakan ya sodara sendiri tapi tetep aja terharu karena udah menyempatkan waktunya huhuhu. Bahkan ibuk, mba firdha, mas fatieh, hazbi dan veren jauh-jauh jemput kami ke Bandulan untuk anter ke pool bus di soekarno hatta.
Kemudian ada Rina dan Darin yang tiba-tiba muncul bawa segambreng makanan, Pak antok dan mba Citra yang juga tetiba hadir nyempetin jauh2 buat ngasih kita makanan dan perbekalan (padahal kita udah makasih banget karena udah dipinjemi ihram buat kafa), dan Mama Lil yang tetiba dateng setelah salah pool nunggu kami di terminal Arjosari, they just sooo kind!
Terharu banget huhuhu, mo nangezzzz.. Begitu banyak orang dengan perhatian-perhatiannya yang berarti banget untuk kami, apalagi di kondisi saat itu, mereka memberi banyak wejangan dan doa tulus untuk kami. Rasanya kedatangan mereka itu menyadarkan bahwa kami beruntung banget punya banyak support system yang luar biasa. Nulis ini jujur udah panas banget matanya karena mau nangis HUHUHU, masyaAllah tabarakallah. Allah baik memperjalankan mereka semua kepada kami, sehingga kami tidak kekurangan bahkan berlimbah tanpa harus beli beli seseuatu untuk perjalanan. Semoga semua ini jadi kebaikan untuk mereka semua. Ohya bahkan ada onty bella yang bisa-bisanya ngirimin beragam hal untuk kami disertai ucapan doa yang super duper hangat. Thoughtful sekali! Terimakasih huhuhu.
Sebelum berangkat, kami nyempetin sholat maghrib di masjid alghifari, disebrang pool bis sambil lari-lari karena jujur waktunya mepet banget, pas kelar sholat busnya udah dateng jadi proses peluk-pelukannya berlangsung super duper cepat dan Nada menangis kenceng banget karena dia terharu sama semua itu. Sampe bus jalan masih jauh dia juga masih sedih banget "seharusnya kita pergi umrohnya sama semua orang, nada sayang sama semuanya, nada perasaannya sedih sekali". Perasaan jujur dengan kesedihan yang valid, dia mengalami banyak perasaan sekaligus saat itu.
Tapi Alhamdulillah, ini adalah long trip dengan bus pertama anak-anak, biasanya kita memang sering road trip ke jakarta tapi naik mobil yang bisa dengan mudah berhenti-berhenti, ini harus belajar berkompromi dengan jadwal bus, yang tiba-tiba makan malam dini hari lah, kalo pengen buang air ga bisa tiba-tiba menepi ke rest area terdekat melainkan harus buang air di bus yang berjalan, ini semua tentu pengalaman baru buat mereka. Merasakan bahwa hidup nggak selalu tentang kenyamanan tapi memang mereka harus belajar untuk beradaptasi.
Meski perjalannnya panjang bener, dari jam 6 sore sampai jam 9.30an pagi (karena kita turun di pemberhentian terakhir), alhamdulillah mereka kondusif, ceria, meski ada laaaah debat kecil antara kaka adek tapi all is well. Apalagi trip ini juga bersama Lintang, Mei dan Ontyas yang siap menjadi bala bantuan menemani anak-anak ini. Ohya kami turun di terminal Poris yang cukup wow gitu kondisinya, bukan tempat yang nyaman untuk geret koper segambreng kami tapi yagapapa, memang perjalanan ini adalah edisi mensyukuri dan menikmati apapun kondisinya. Jadi selama ndorong koper ke pintu masuk terminal, nunggu gocar, anak-anak koperatif, Lā haula wa lā quwwata illā billāhil 'aliyyil azhīm.

Lalu kebaikan Allah kembali terasa saat kami sampai di hotel transit ini, awalnya agak worry karena baca review mapsnya yang kurang oke, katanya resepsionisnya kurang ramah dan mereka juga agak kurang suka sama orang yang dateng kecepetan (kayak kami tadi), jadi dari awal udah set pemikiran bahwa waaah kayaknya agak ada tantangan deh, jadi ntar gimana aja diterima deh. Surprisingly mereka semua ramah banget! Mempersilahkan kami menunggu di lobby, taman, area kolam renang, dan juga mengabarkan bahwa misal nanti ternyata kamarnya ready lebih cepat kita bisa early check in.
Dan... ta-da! Jam 12 kami sudah boleh masuk ke kamar! MasyaAllah Tabarakallah, hal kecil yang terasa besar ketika menggantungkan semua ke Allah dan pasrah aja. Kita jadi bisa istirahat kilat, sholat dzuhur dan ashar, kemudian jalan kaki cari makan disekitar. Dan ini juga kita set low expectation untuk makan kita, tapi ternyata dapet tempat yang mbaknya ramah baget, kita makan bakso iga, bebek bakar hitam, ayam goreng lengkuas dan nasi goreng. Harganya masuk akal. Tempatnya walking distance dari hotel, kayaknya nggak sampe 5 menit, cuma lokasi jalannya aja yang panas terik dan debu. Tapi selebihnya oke aja. Semua dibuat oke aja pokoknya wqwqwq.
Btw bersyukur sekali dan merasa senang (sekaligus lega!) karena tiba-tiba bisa buka blog ini lagi, tadi awal nulis di loby waktu nunggu check in, tapi kemudian dituntaskan di kamar setelah maghrib sambil merefleksi dan terharu sendiri tentang perjalanan hari ini.
Aneka hal yang tiba-tiba aja padahal tadi ga dibawa :")
Mungkin perjalanan ini memang tidak dimulai seperti yang kami rencanakan. Tapi semoga justru dimulai dengan cara yang Allah inginkan: dengan lebih banyak berserah. Entah apa yang akan kami temui dalam perjalanan ini. Untuk sekarang, rasanya cukup melangkah sambil percaya bahwa Allah akan menemani. Semoga perjalanan ini bukan hanya membawa kami ke tempat-tempat yang jauh, tapi juga membawa hati kami semakin dekat kepada-Nya.
Oh Allah, temani kami dan bimbing kami disetiap perjalanan kami nantinya. Perjalanan yang sudah kami inginkan sejak lama, perjalanan yang menjadi bagian dari impian kami. Menuju rumah-Mu. Bersama suami dan anak-anak, serta tim yang seperti sahabat dan saudara.
Makan malam didepan hotel, mie ayam dan bakso~
Tanggerang Selatan, 3 September 2026
With Love,
Ghea Safferina <3





Post a Comment